Kerajinan Miniatur Kelurahan Ngelo Prospektif Dikembangkan

Wakil Bupati Blora Arief Rohman tertarik kerajinan miniatur mobil dari bahan bambu di Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu. Sebab, hasil pembuatan miniatur dari bambu memiliki pembeda. Dalam pembuatannya, kerajinan ini sangat detail hingga berbentuk seperti nyata.

Saat mengunjungi kerajinan pembuatan miniatur di Kelurahan Ngelo, Wabub Arief Rohman, dengan melihat hasil karya secara langsung dia mengapresiasi dengan hasil kerajinan ini.

Harga yang dipatok berkisar Rp. 300 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Wabup berencana akan melakukan kerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Blora. Yang akan menempatkan hasil kerajinan miniatur tersebut di hotel-hotel besar di Cepu. Sebab dengan harga yang demikian yang bisa membeli hanya orang-orang kelas menengah keatas.

‘’Nanti biar dibuatkan seperti galeri di hotel-hotel yang memajang karya ini,’’ ujarnya.

Yang diharapkan produk ini kedepannya akan menjadi produk unggulan di Blora. Tetapi dengan harga yang relatif mahal itu, pengrajin diharapkan ada penambahan harga baru yang lebih bisa menjangkau bagi masyarakat yang menengah ke bawah atau  ada harga yang bervariatif.

Wabup akan melakukan komunikasi dengan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang nantinya produk-produk ini bisa dipajang di gedung Dekranasda agar biasa dilihat oleh pengunjung di Blora.

Salah seorang pengrajin, Agung Kunjoro Aji, mengemukakan hadirnya Wakil Bupati untuk melihat kerajinanya disambut bahagia. Tetapi dia tetap saja berharap apa yang dikatakan oleh wabup untuk membantu memasarkan produknya benar-benar terealisasi.

Sebab, menurutnya untuk kerajinannya ini sekarang masih belum maksimal pemasarannya. Kerajinan itu dimulai sejak 2016 bersama salah satu temannya. Hingga saat ini hanya melayanani pemesan saja dan belum memiliki pemasaran yang baik.

Ia menjeslakan, sempat ada dari orang Lamongan dan Bojonegoro Jawa Timur yang siap membeli produk. Hanya saja produk itu di beli sekaligus diakui oleh orang tersebut.

‘’Tapi saya tidak mau, harapan saya nanti produk ini tetap menjadi produk asli Blora,’’ ujarnya.